Artikel kali ini bercerita tentang Suku Karen 'si leher panjang'. Perjalanan ke Thailand Utara, sempat membuat mimpi saya terealisasi cemerlang. Suku Karen menjadi salah satu tarikan pelancongan yang unik di Thailand bahkan, dunia.
Suku Karen 'Si Leher Panjang' , Thailand Utara
Wanita Suku Karen si leher panjang
Para wanita suku Karen diwajibkan untuk memanjangkan leher menggunakan tumpukan logam berwarna kuning. Mengikut tradisi suku Karen, semakin panjang leher si wanita maka, semakin cantiklah ia dimata para lelaki. Namun, semenjak peralihan zaman dunia ke modenisasi, wanita suku Karen sudah agak tidak ramai lagi yang mahu memanjangkan leher.

Suku Karen 'Si Leher Panjang' , Thailand Utara
Didekad ini, suku Karen si leher panjang hanya boleh ditemui dikawasan desa pelancongan dan tidak lagi terdapat dikawasan pedalaman atau dipergunungan seperti kisah asal kewujudan suku Karen. Ramai dari kita mungkin berfikir bahawa suku Karen merupakan suku asli Thailand, sebenarnya tidak. Suku Karen merupakan suku yang berasal dari dataran tinggi Tibet tetapi, telah  berhijrah ke Myanmar dan tinggal di Karen State sebuah kawasan bersempadan dengan Thailand.

Suku karen terpecah kepada beberapa sub-etnik seperti Skaw Karen, Pwo Karen dan Bwe Karen. Salah satu tempat untuk melihat suku unik ini adalah di Chiang Mai Thailand. Biasanya saya hanya mengagumi suku ini dari kaca media atau helaian majalah tetapi, hari ini saya berjaya bertukar senyum dengan mereka di dunia nyata.
Suku Karen 'Si Leher Panjang' , Thailand Utara
Suku Karen tidaklah ramai dan keunikan mereka membuatkan pemerintah Thailand memperhatikan mereka sebagai suatu aset pelancongan yang berharga.